Selasa, 20 Februari 2018

7 Macam Media Tanam Hidroponik yang Paling Bagus

Bercocok tanam tanpa menggunakan tanah kian hari kian banyak peminatnya atau bisa disebut Hidroponik, karena tidak bisa dipungkiri bahwa lambat laut keberadaan tanah semakin berkurang saja akibat banyak pembangunan. Beruntungnya metode pertanian hidroponik bisa dilakukan oleh siapapun dan tidak terlalu membutuhkan waktu dan biaya yang banyak.

Apabila Anda hendak memulai bercocok tanam secara hidroponik, sebaiknya kenali dulu bermacam media tanam hidroponik yang bagus dipakai. Pasalnya, pemilihan media tanam akan mempengaruhi hasil tanaman hidroponik Anda. Nah, untuk kamu yang hendak memulai bercocok tanam dengan cara hidroponik, dibawah ini akan di ulas 7 media tanam terbaik yang di gunakan dalam hidrponik.

1. Arang Sekam



Arang sekam padi biasa digunakan sebagai pupuk dan bahan baku briket arang. Sekam yang digunakan bisa diperoleh ditempat penggilingan padi. Selain digunakan untuk arang, sekam padi juga sering dijadikan bekatul untuk pekan ternak. Arang sekam juga bisa digunakan sebagai campuran pupuk dan media tanam di persemaian. 

Hal ini karena sekam padi memiliki kemampuan untuk menyerap dan menyimpan air sebagai cadangan makanan untuk beberapa hari kedepan.


2. Rockwool



Merupakan bahan non organik yang terbuat dari campuran batuan basalt dan pasir yang berbentuk serat. Awal mulanya, bahan ini digunakan sebagai pelengkap konstruksi pabrik, industri, kantor dan sebagainya. Pertama kali Rockwool diciptakan pada abad 1800-an dan dikenal dengan nama isolasi mineral wool bahkan isolasi batu wool, rockwool sangat bagus juga di jadikan media tanam hidroponik.


3. Cocopeat



Cocopeat adalah serbuk sabut kelapa yang merupakan serbuk sisa pengolahan penguraian sabut kelapa yang dicetak berbentuk kubus memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Pengolahannya cukup sederhana, namun dapat mengangkat harga cocopeat. Cocopeat blok sering dimanfaatkan oleh perusahaan pembuat karbon batrai atau juga sebagai media tanam. 

Penggunaan cocopeat selama ini di dalam negeri banyak digunakan sebagai media tanam pengganti tanah, atau sebagai campuran pembuatan pupuk organik.

4. Kerikil/Pasir



Kerikil memiliki pori-pori makro lebih banyak daripada pasir. Kerikil sering digunakan sebagai media untuk budi daya tanaman secara hidroponik. Penggunaan media ini akan membantu peredaran larutan unsur hara dan udara serta pada prinsipnya tidak menekan pertumbuhan akar. 

Namun, kerikil memiliki kemampuan mengikat air yang relatif rendah sehingga mudah basah dan cepat kering jika penyiraman tidak dilakukan secara rutin.


5. Pecahan Genteng atau Batu Bata



Pecahan batu bata juga dapat dijadikan alternatif sebagai media tanam hidroponik. Seperti halnya bahan anorganik lainnya, media jenis ini juga berfungsi untuk melekatkan akar. Sebaiknya, ukuran batu-bata yang akan digunakan sebagai media tanam dibuat kecil, seperti kerikil, dengan ukuran sekitar 2-3 cm. 

Semakin kecil ukurannya, kemampuan daya serap batu bata terhadap air maupun unsur hara akan semakin balk. Selain itu, ukuran yang semakin kecil juga akan membuat sirkulasi udara dan kelembapan di sekitar akar tanaman berlangsung lebih baik.


6. Hidrogel



Gel atau hidrogel adalah kristal-kristal polimer yang sering digunakan sebagai media tanam bagi tanaman hidroponik. Penggunaan media jenis ini sangat praktis dan efisien karena tidak perlu repot-repot untuk mengganti dengan yang baru, menyiram, atau memupuk. Selain itu, media tanam ini juga memiliki keanekaragaman warna sehingga pemilihannya dapat disesuaikan dengan selera dan warna tanaman. 

Oleh karenanya, hal tersebut akan menciptakan keindahan dan keasrian tanaman hias yang diletakkan di ruang tamu atau ruang kerja.


7. Perlite dan Vermiculite



Vermikulit adalah media anorganik steril yang dihasilkan dari pemananasan kepingan-kepingan mika serta mengandung potasium dan H’,lum. Berdasarkan sifatnya, vermikulit merupakan media tanam yang memiliki kemampuan kapasitas tukar kation yang tinggi, terutama dalam keadaan padat dan pada saat basah. 

Vermikulit dapat menurunkan berat jenis, dan meningkatkan daya serap air jika digunakan sebagai campuran media tanaman. Jika digunakan sebagai campuran media tanam, vermikulit dapat menurunkan berat jenis dan meningkatkan daya absorpsi air sehingga bisa dengan mudah diserap oleh akar tanaman.

6 Sistem Tanam Hidroponik Paling Banyak Digunakan Petani

Hidroponik adalah cara budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai medianya, melainkan dengan air dan media alternatif lainnya. Setidaknya ada 6 teknik penanaman yang paling banyak di gunakan untuk menanam secara hidroponik. Masing-masing teknik penanaman dibawah ini memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing.

Maka dari itu pilihlah teknik yang sesuai dengan minat Anda, berikut ini penjelasan mengenai 6 system dalam teknik berkebun hidroponik yang paling banyak di gunakan.

1. Sistem Sumbu (Wick)


Adalah tipe hidroponik yang paling sederhana. Sistem iniadalah sistem pasif, yang artinya tidak ada sistem yang bergerak. Larutannutrisi diserap oleh media tanam dari tandon menggunakan sumbu (memanfaatkandaya kapilaritas sumbu). Sistem ini dapat menggunakan bermacam-macam mediatanam, diantaranya: Perlite, Vermiculite, Pro-Mix, dan Sabut Kelapa.


2. Sistem Kultur Air (Water culture)



Adalah sistem yang paling sederhana dari semua sistemhidroponik aktif. Penopang tanaman biasanya dibuat dari styrofoam dan mengapung langsung di atas permukaan larutan nutrisi. Sebuah pompa udara menyediakan udara melalui batu angin yang membuat banyak gelembung udara dalam larutan nutrisi dan menyediakan oksigen bagi akar tanaman.


3. Sistem Pasang Surut (Ebb and Flow / Flood and Drain)



Sistem sangat cocok untuk digunakan bersama berbagai macam media tanam. Seluruh wadah pertumbuhan dapat diisi dengan batu-batuan, kerikil, atau butiran rockwool. Kebanyakan orang menggunakan pot-pot satuan yang diisi dengan media tanaman, hal ini memudahkan untuk memindahkan tanaman danmemasukkan tanaman ke dalam sistem.


4. Sistem ( Drip Irrigation)



Merupakan sistem yang paling luas digunakan di dunia. Sistem ini adalah pengembangan dari Drip Irrigation (Irigasi tetes) dimana tanaman disiram dengan cara meneteskan air. Modifikasi yang dimaksud adalah pada Sistem Fertigasi, tanaman tidak hanya diberi pengairan berupa tetesan air saja, tetapi air yang diteteskan juga dicampur dengan nutrisi.

Dengan demikian dalam setiap tetes air sudah terdapat nutrisi lengkap. Pengoperasiannya mudah, pengatur waktu mengontrol pompa dalamair. Pengatur waktu menyalakan pompa dan larutan nutrisi menetes pada pusattiap tanaman dari selang penetes kecil. Pada sistem tertutup, kelebihan larutan nutrisi yang mengalir akan ditampung kembali ke dalam tandon untuk dipakai kembali. Untuk sistem Drip Irrigation larutan nutrisi yang berlebihan tidak diserap kembali.


5. Sistem NFT (Nutrient Film Technique)



Ini adalah teknik dimana aliran larutan nutrisi diberikanmelalui aliran / saluran pipa yang sangat dangkal. Air yang mengandung semua nutrisi terlarut diberikan secara terus menerus selama 24 jam. Dalam sistem ini idealnya kedalaman aliran sirkulasi harussangat dangkal, atau tipis seperti kata film disana yang berarti lapisan tipis, atau air lebih sedikit. 

Hal ini memastikan agar perakaran akan selalu mendapatkan air dan juga nutrisi, sistem ini memberikan limpahan oksigen kepada akar tanaman. Sistem NFT dirancang berdasarkan pada kemiringan saluran yang tepat, laju aliran yang tepat, dan panjang saluran yang tepat. Keuntunganutama dari sistem NFT dari sistem lain adalah bahwa akar tanaman yang terkena kecukupan pasokan air, oksigen dan nutrisi.

Namun banyak para pelaku pada sistem ini memiliki kekhawatiran dimana saat jaringan listrik mati (PLN) tanaman tidak mendapatkan air / larutan nutrisi. Sehingga banyak di modifikasi agar selama aliran listrik mati tanaman masih mendapatkan air nutrisi dengan cara membuat sekatan atau tanggul.


6. Sistem Aeroponik

Sistem hidroponik adalah sistem tanam yang menggunakan teknologi tinggi. Seperti pada sistem NFT diatas, media tanamnya udara. Akar-akar menggantung diudara dikabutkan oleh larutan nutrisi. Pengabutan ini biasanya dilakukan setiap beberapa menitsekali. Karena akar-akar terekpos di udara seperti pada sistem NFT, akar-akarbisa cepat mengering jika pengaturan pengabutan terganggu.

5 Jenis Sayuran yang Mudah Ditanam Hidroponik

Jika anda hobi berkebun jangan menyerah hanya karena tidak memiliki lahan. Paling tidak rumah harus memiliki area sejuk dengan pemandangan hijau di dekat jendela. Salah satunya dengan bertanam sayur di dalam rumah dengan cara hidroponik menjadi tren saat ini. Namun tidak semua sayuran bisa ditanam di dalam ruang. Karena tanaman tersebut membutuhkan media pot yang hemat tempat.

Laju pertumbuhan tanaman hidroponik juga bisa mencapai 50% lebih cepat dibanding tanaman yang ditanam di tanah pada kondisi yang sama. Alasan untuk ini adalah karena tanaman hidroponik langsung mendapatkan makanan dari air yang kaya nutrisi. Kondisi ini juga membuat tanaman tidak perlu akar besar untuk mencari nutrisi. Dan karena energi yang diperlukan untuk pertumbuhan akar lebih sedikit, sisa energi bisa disalurkan ke bagian lain dari tanaman.


Tanaman hidroponik tumbuh sehat, kuat, dan bersih. Hidroponik juga ramah lingkungan karena tidak membutuhkan air sebanyak berkebun secara konvensional. Ini karena hidroponik tidak memerlukan penyiraman sama sekali. Dalam menanam Hidroponik ada beberapa jenis sayuran yang mudah ditanam di dalam ruangan dan bisa tetap menghasilkan.

Apa saja tanaman tersebut ? Inilah 5 jenis sayuran yang bisa berkembang di dalam ruangan.

1. Cabai, tomat dan terung



Jenis sayuran ini sangat mudah tumbuh meskipun di dalam ruangan dan di media kecil asalkan mendapatkan sinar matahari yang cukup. Letakkan pot tanaman ini di dekat jendela atau disusun menggantung. Sayuran ini selain sebagai aktivitas berkebun juga bisa sebagai penghias ruangan. Untuk itu pilihlah varietas yang menarik seperti tomat cheri, tomat Sweet Million, dan sebagainya.


2. Wortel



Tipe sayuran ini memang biasanya di tanam dikebun karena membutuhkan media tanah untuk menumbuhkan akar yang terus ke bawah. Tapi Anda juga bisa mengembangkannya dengan media pot dan akan dapat berbuah setelah 21 – 25 hari.


3. Kentang



Meski di dalam ruang tanaman bisa menghasilkan kentang yang tak kalah enak. Kentang akan berkembang dan berbuah di dalam rumah dengan mudah jika Anda menanamnya di dalam pot atau karung plastik dengan menambahkan lebih banyak kompos pada tanahnya.


4. Kacang dan buncis



Pilih buncis jenis kurcaci yang mudah dikembang biakkan menggunakan media pot sekalipun di musim hujan. Namun jika Anda ingin jenis buncis biasa pastikan tanaman mendapat sinar matahari yang cukup. Anda pun juga menggantungkan pot-pot buncis sebagai hiasan interior rumah.


5. Jamur



Sekalipun di dalam ruangan gelap, jamur bisa tumbuh dengan cepat. Gunakan media kantung plastik yang bawahnya sudah dilubangi. Isi kantung dengan kompos khusus jamur. Saat merawat tanaman ini Anda hanya butuh air dan biarkan tanaman ini tumbuh di tempat gelap tanpa sirkulasi udara. Suhu harus dijaga antara 10 – 15 derajat Celcius dan dalam beberapa pekan jamur sudah siap dipanen.

Kita bisa bisa membuat tanaman hidroponik dangan bahan sederhana yang dibutuhkan. Bahkan kebanyakan besar dari barang bekas. Jadi menanam model hidroponik sederhana ini selain kita bisa mendapatkan tanaman sayuran yang sehat dan subur, kita dapat mengolah barang bekas yang terpakai menjadi berfungsi dengan baik.

Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Menanam Hidroponik ?

Berkebun secara hidroponik (hydroponic) memungkinkan Anda dapat menanam sayuran atau tanaman hias di halaman bahkan di dalam rumah. Sesuai namanya, hidroponik adalah cara bertanam menggunakan media air sehingga tidak memerlukan tanah atau area yang luas. Secara sederhana, hidroponik adalah metode budidaya tanaman dengan menggunakan air yang diperkaya dengan nutrisi, bukan tanah.

Istilah hidroponik (hydroponics) digunakan untuk menjelaskan tentang cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Di kalangan umum, istilah ini dikenal sebagai “bercocok tanam tanpa tanah”. Di sini termasuk juga bercocok tanam di dalam pot atau wadah lainnya yang menggunakan air atau bahan porous lainnya, seperti pecahan genting, pasir kali, kerikil, maupun gabus putih.

Menanam Hidroponik
Hidroponik dalam perkembangannya tidak memerlukan pemakaian herbisida dan pestisida beracun sehingga lebih ramah lingkungan dan sayuran yang dihasilkan pun akan lebih sehat. Bertanam dengan hidroponik akan menghasilkan tanaman berkualitas baik dan bebas kimia. yang pastinya sehat buat kita

Hal ini membuat parameter seperti nutrisi, pengendalian hama, dan pencahayaan lebih mudah dikelola. Hidroponik tidak memerlukan pemakaian herbisida dan pestisida beracun sehingga lebih ramah lingkungan dan sayuran yang dihasilkan pun akan lebih sehat. Bertanam dengan hidroponik akan menghasilkan tanaman berkualitas baik dan bebas kimia.

Ada banyak cara untuk berkebun hidroponik. Kultur air atau dikenal pula sebagai nutriculture atau aquaculture adalah metode hidroponik dengan merendam akar tanaman dalam campuran kompleks nutrisi. Ada pula yang dikenal sebagai kultur agregat. Ini adalah cara bertanam dengan menggunakan pasir, kerikil atau kelereng untuk tempat tanaman tumbuh.

Dengan cara ini, media agregat akan memerangkap nutrisi yang dibutuhkan tanaman sehingga dapat diserap akar. Dalam sistem hidroponik kontinyu, larutan air yang telah diperkaya nutrisi dialirkan ke akar tanaman menggunakan pompa. Untuk pertanian skala besar, ini adalah jenis hidroponik yang banyak digunakan.

Terakhir, ada pula aeroponik yaitu cara menanam tanaman dengan menggantung akar tanaman di udara, dan secara berkala menyemprotnya dengan kabut yang telah diperkaya nutrisi. Untuk menjaga tanaman sehat, beberapa media digunakan untuk mendukung pertumbuhan tanaman serta memfasilitasi distribusi dan penyerapan nutrisi oleh akar. Biasanya, bahan berpori digunakan karena sifatnya yang dapat menahan air.


Pada awalnya peneliti yang bekerja di laboratorium fisiologi tumbuhan sering bermain-main dengan air sebagai media tanam dengan tujuan uji coba bercocok tanam tanpa tanah. Sebagian orang menganggap metode itu sebagai aquakultur (bercocok tanam di dalam air). Uji coba tersebut ternyata berhasil dan patut diberi acungan jempol sehingga banyak ahli agronomi yang terus mengembangkan cara tersebut.

Pada perkembangan selanjutnya, media air diganti dengan media yang lebih praktis, efisien dan lebih produktif. Cara kedua ini lebih mendapat sambutan dibandingkan cara yang hanya menggunakan media air. Oleh karenanya, pada perkembangan selanjutnya, teknik itu disebut hidroponik. Hidroponik ini kemudian dikembangkan secara komersial.


Keuntungan lain dari berkebun hidroponik adalah bahwa segala parameter untuk budidaya tanaman lebih mudah dikelola dan dikendalikan. Beberapa parameter yang penting antara lain, cahaya, suhu, dan air. Hidroponik dapat dilakukan di dalam dan di luar ruangan. Hidroponik indoor menggunakan sistem pencahayaan khusus untuk menggantikan ketiadaan sinar matahari.

Dengan bertanam hidroponik di dalam ruangan, kelembaban menjadi lebih terkontrol, sehingga membuat masalah bakteri lebih jarang muncul.

Minggu, 18 Februari 2018

Cara Menanam Kangkung Hidroponik Menggunakan Bibit

Dalam menanam tanaman hidroponik sebenarnya tidaklah susah. Anda tentu dapat melakukannya sendiri, karena proses penanaman dan perawatannya mudah. Alat dan bahannya pun mudah didapat di sekitar kita. Dngan menanam tanaman kangkung secara hidroponik ini selain tidak memakan banyak tempat, sayuran bersih dan segar dan juga sangat mudah dalam budidayanya.
Tanaman hidroponik yang akan kita tanam adalah kangkung. Pertama-tama siapkanlah semua alat dan bahan, sediakanlah bibit tanaman kangkung, sekam, nampan plastik sebanyak 2 buah (pendek dan tinggi), spons sesuai ukuran nampan, cutter, pinset, sumpitus, air, dan styrofoam.


Jika semua alat dan bahan sudah tersedia, lakukanlah langkah-langkah berikut. 

1. Untuk menanam kangkung hidroponik, media tanam yang dipakai adalah sekam. Sekam ini tak perlu dicuci, cukup siapkan sekam dalam kondisi basah. Anda juga bisa menanam dengan media pasir. Jika Anda ingin menggunakan pasir, pasir tersebut harus Anda cuci terlebih dulu. Cucilah pasir dengan cara yang sama seperti saat mencuci beras.
2. Buatlah garis-garis sebesar 1 cm pada sekam dengan jarak masing-masing garis sebesar 2 cm. Lalu ambil biji kangkung, dan tebarkan di atas sekam. Biji harus disebar sendiri-sendiri secara berbaris, jangan sampai ada biji yang bertumpuk. Sesudah itu tutup kembali biji dengan sekam hingga biji tak terlihat.


3. Setelah 3 hari, jemurlah benih kangkung ini di bawah sinar matahari. Seminggu kemudian tanaman kangkung yang mulai tumbuh. 

4. Ambillah 5 batang kangkung dan usahakan agar akarnya tidak putus. Bersihkan akarnya dengan cara direndam dalam air. 

5. Selanjutnya, tanamlah kangkung ke dalam lubang styrofoam. Setelah besar Kangkung akan dapat dipanen setelah usianya mencapai 25–30 hari.

Kamis, 15 Februari 2018

Inilah 5 Kunci Sukses Memproduksi Tanaman Sayuran

Ternyata tidak mudah menjadi seorang petani, tidak hanya cukup dengan kerja keras untuk bisa mencapai hasil panen yang memuaskan tetapi juga perlu strategi, pengetahuan dan management yang baik. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipelajari dengan benar agar membuahkan kesuksesan dalam budidaya segala jenis tanaman.

Di jaman modern ini kebutuhan akan sayuran terus meningkat karena kesadaran manusia akan pentingnya nutrisi dan manfaat dari sayuran. Oleh karena itu, sayuran terus dibudidayakan dan ditanam sepanjang masa untuk terus memenuhi kebutuhan dan pertumbuhan manusia. Disini saya akan membahas 5 kunci sukses budidaya tanaman sayuran, apa sajakah itu.

1. Bibit


Kunci utama dalam budidaya adalah mempunyai bibit yang berkualitas. Kita harus ketahui benar ciri khas atau karateristik bibit yang akan kita tanam tersebut. Menurut pengalaman perlakuan apapun yang akan kita berikan kepada tanaman kita selama bibitnya tidak baik niscaya tidak akan membuahkan hasil yang maksimal. 

Jadi sekali lagi kunci utama sukses budidaya tanaman sayuran adalah mempunyai bibit yang berkualitas. Bibit berkualitas dapat berasal dari perbanyakan secara generatif atau vegetatif.


2. Pupuk


Kita harus paham benar, berapa jumlah pupuk yang dibutuhkan oleh tanaman kita. Selain itu juga jenis pupuk apa yang disenangi oleh tanaman yang sedang kita budidayakan, secara luas poin yang kedua ini juga meliputi tentang kesuburan tanah kita. Bahwa petani harus mengetahui berapa tingkat kesuburan tanahnya yang akan digunakan untuk membudidayakan tanamannya. Karena pupuk ini sangat erat kaitannya dengan kesuburan tanah baik itu ditinjau dari kimia, biologi dan fisika tanah, jadi bukan hanya manusia saja yah yang butuh makanan ternyata tanaman juga butuh.


3. Pengolahan tanah




Tanah merupakan media untuk tumbuh dan berkembangnya suatu tanaman. Pengolahan tanah sangat penting untuk mengaktifkan mikroorganisme dan memperbaiki aerasi tanah. Pengolahan tanah juga berfungsi untuk mengendalikan hama-hama yang berada dalam tanah termasuk telurnya. Sehingga dalam arti luas adalah kita harus menyediakan media tanam yang sesuai dengan kebutuhan tanaman kita.


4. Air




Lebih dari 90 % bagian tubuh tanaman adalah air sehingga air merupakan kebutuhan dasar dan wajib dalam budidaya tanaman. Air juga merupakan media transportasi unsur hara dari akar atau daun ke seluruh bagian tanaman.


5. Pengendalian hama dan penyakit



Ternyata Pengendalian hama dan penyakit sebenarnya kita tidak bisa hanya mengandalkan dengan pestisida saja tetapi juga harus kita kombinasikan dengan poin satu sampai empat. Sebagai contoh dalam pengendalian penyakit tanaman oleh sebab cendawan, kita
tidak bisa hanya mengandalkan fungisida saja, tetapi kita harus memulai pengelolaannya dari awal. Bagaimana mengatur jarak tanam, pemberian pupuk, pengolahan tanah dan sebagainya.

Oke segitu saja yah postinagn ini saya post karena saya terinspirasi oleh harga cabai yang melambung tinggi sampai 33 kali lipat dan denangan postinag ini pembaca dapat mebuat tanamanya mrnjadi naik kualitanya atau munkin bagi yang nanam tanaman di polibac di depan atau di samping rumahan.

Cara Menanam dan Budidaya Buah Naga Agar Berhasil

Awalnya Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merah buah jadi mencolok sekali di antara warna naga-naga yang hijau. 

Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai thang loy (buah naga). Thang loy orang Vietnam ini kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon fruit (buah naga).


Nama buah naga ternyata bermacam-macam, nama itudiberikan pada buah-buah yang dapat dimakan dari tumbuhan berikut :
  • Hylocereus undatus, yang buahnya berwarna merah dengan daging buah putih
  • Hylocereus polyrhizus, yang buahnya berwarna merah muda dengan daging buah merah dan
  • Selenicereus megalanthus dengan kulit buah kuning dan daging buah putih 
  • Hylocereus costaricensis, buah naga daging super merah.

Untuk Langkah-langkah Budidaya dari buah naga kita simak beberapa langkah di bawah ini :

Pembudidayaan buah naga untuk usaha produksi dilakukan dikebun. Untuk menghasilkan produksi yang maksimal tentu saja harus dengan persiapan yang matang, perawatan yang baik dan penanggulangan gangguan penyakit yang tepat. Berikut ini kegiatan pembudidayaan diulas secara lengkap :


Point 1 adalah Pemeliharaan



1. Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah adalah faktor penting yang harus diperhatikan agar tanaman buah naga bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Perakaran buah naga memerlukan tanah yang gembur karena perakarannya merayap dipermukaan tanah, apabila tanah terlalu keras atau liat, akar tidak bisa tumbuh baik pada tanah.

Sebelum digemburkan sebaiknya tanah dibersihkan dari gulma dan rerumputan untuk menghindari penyakit. Setelah itu tanah digemburkan dengan mencangkul sedalam satu cangkulan dengan dibolak-balik. Setelah itu dibuat lubang-lubang tanam sesuai dengan cara tanamnya apakah menggunakan system panjatan tunggal atau sistem kelompok.
Pada sistem panjatan tunggal pengolahan tanah hanya dilakukan disekitar lubang tanam saja, berbeda dengan sistem kelompok pengolahan tanah dilakukan pada seluruh alur barisan tempat penanaman.

Media tanam untuk panjatan tunggal menggunakan campuran tanah galian diberi pasir sekitar 5 kg, bubuk bata merah 5 kg, pupuk kandang kering 10 kg dan dolomit 300 g kemudian dicampur sampai merata.

Pada model sistem tanam berkelompok untuk setiap alur sepanjang 4 m media tanamnya yaitu pasir 8 kg, pupuk kandang 20 kg dan bisa ditambahkan bubuk bata merah sebanyak 10 kg apabila tanah terlalu porous. Jika tidak menggunakan bubuk bata merah , jumlah pupuk kandang ditambahkan 10 kg lagi jadi total 30 kg. Ditambah dolomit yang mengandung magnesium sebanyak 600g. Bahan-bahan tersebut dicampur merata pada tanah galian.
Setelah penyiapan media tanam selesai kemudian disiram dan biarkan terkena matahari sampai kering. Pengeringan ini bertujuan agar tanah terbebas dari racun dan penguapan lain.


2. Sistem Pengairan
Pada tahap awal pertumbuhan, pengairan dilakukan 1 - 2 hari sekali. pemberian air berlebihan akan menyebabkan terjadinya pembusukan. Untuk sistem pengairan pada lahan disesuaikan dengan kondisi lahan, system cara tanamnya, dan pengadaan sumber air yang ada disekitar lahan. Bisa menggunakan cara pengairan tradisional yaitu system leb yaitu menggunakan parit sedalam 20 cm yang dibuat disekitar barisan tanaman. Atau juga bisa menggunakan system pengairan pipa yang dibuat sedemikian rupa untuk mengalirkan air pada seluruh tanaman.


3. Penanaman Pada Lahan

Penanaman bibit lahan tanam yang harus diperhatikan adalah kedalaman yang terlalu dalam malah akan menghambat pertumbuhannya. Kedalaman penanaman adalah 20% dari panjang bibit. Misal bibit yang mau ditanam berukuran panjang 50-80 cm maka kedalamannya sekitar 10-15 cm. Sebelum ditanam sebaiknya bibit setek diolesi Ridomil sebanyak 40 g yang dicampur dengan 1 liter air untuk mencegah kebusukan pada pangkal batang setek.


4. Pemupukan Tanaman

Pernupukan tanaman dapatdiberikan pupuk kandang, dengan interval pemberian 3 bulan sekali, sebanyak 5 - 10 Kg. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Sementara belum ditemukan adanya serangan hama clan penyakit yang potensial untuk tanman ini. Pembersihan lahan atau pengendalian gulma minimal harus dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman buh naga.


5. Pemangkasan Batang
Batang utama ( primer ) dipangkas, setelah tinggi mencapai tiang penyangga ( sekitar 2 m ), clan ditumbuhkan 2 cabang sekunder, kemudian dari masing-masing cabang sekunder dipangkas lagi clan ditumbuhkan 2 cabang tersier yang berfungsi sebagai cabang produksi buah ini.

Point 2 Panen



Setelah tanaman umur 1,5 - 2 tahun, mulai berbunga dan berbuah. Pemanenan pada tanaman buah naga dilakukan pada buah yang memiliki ciri - ciri warna kulit merah mengkilap, jumbai / sisik berubah warna dari hijau menjadi kernerahan. Pemanenan dilakulkan dengan menggunakan gunting, buah dapat dipanen saat buah mencapai umur 50 hari terhitung sejak bunga mekar. Dalam 2 tahun pertama. 

Setiap tiang penyangga buah ini mampu menghasilkan buah 8 s / d 10 buah naga dengan bobot sekitar antara 400 - 650 gram. Musim panen terbesar buah naga biasanya terjadi pada bulan September hingga Maret. Umur produktif tanaman buah naga ini berkisar antara 15 sampai 20 tahun.